. Latar Belakang Masalah
Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD yang harus dilatihkan oleh guru kepada siswa. Untuk itu guru harus dapat memberikan motivasi agar siswa tidak merasa bosan dalam pembelajaran menulis karangan. Akan tetapi masih terdapat beberapa guru dalam memberikan pembelajaran menulis lebih banyak teori daripada melatih keterampilannya. Selain itu guru dalam menyampaikan pembelajaran masih menggunakan metode atau pendekatan yang kurang bervariasi. Sehingga yang terjadi di kelas adalah siswa tidak aktif sedangkan guru berdiri di depan kelas menjelaskan materi pelajaran. Dengan keadaan seperti di atas tidak ada lagi suasana yang menyenangkan, siswa tidak diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.
Kegiatan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan adalah dengan menggunakan suatu pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan kontekstual yang dijadikan salah satu acuari dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Pendekatan kontekstual bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar lebih kreatif dalam mengembangkan kemampuan menulis karangan sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Peningkatan
kemampuan menulis dapat diketahui dari penilaian ketika proses pembelajaran dan penilaian diakhir pembelajaran. Aspek penilaiannya antara lain: kesesuaian isi dan ejaan (huruf kapital, tanda tititk, dan tanda koma).
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh penulis dalam kegiatan belajar mengajar di SDN 005 Kampung Satu dan PPL II di SDN 006 Kampung Empat, penulis menemukan bahwa kemampuan siswa dalam menulis karangan belum memadai. Hal tersebut terbukti masih banyak siswa yang belum mampu menggunakan huruf kapital, tanda titik dan tanda koma dengan baik dan benar terutama dalam menulis karangan dan nilai hasil belajar siswa dalam menulis karangan belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).
Sehubungan dengan hal tersebut, kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya keterampilan menulis karangan kurang bergairah sehingga siswa tidak terampil menggunakan kemampuannya dalam mengikuti pembelajaran menulis. Hal itu perlu diadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
B. Alasan Pemilihan Judul
Penulis memilih judul Peningkatan Kemampuan Menulis Karangan Siswa Kelas IV SDN OQ5 Kampung Satu Melalui Pendekatan Kontekstual dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD
2. Masih banyak siswa yang kurang mampu dalam mengembangkan keterampilan
menulis karangan
3. Masih banyak siswa yang kurang mampu menggunakan huruf kapital, tanda
titik, dan tanda koma dalam menulis karangan
C. Batasan Masalah
Penelitian agar terarah pada tujuan dan tidak menyimpang dari permasalahan maka perlu batasan masalah. Oleh karena itu, penulis membatasi penelitian pada karangan narasi yang aspek penilaiannya meliputi: kesesuaian isi dan ejaan (huruf kapital, tanda titik, dan tanda koma).
